Golkar Lepas 9 Ketua DPRD

 

GambarMAKASSAR – Partai Golkar harus mengubur harapannya menguasai 24 kursi ketua DPRD di Sulsel. Mengusung target tinggi menguningkan semua daerah, namun hasil yang didapatkan justru jauh lebih menurun.

Di Pemilu 2014 kali ini, partai yang dikendalikan Syahrul Yasin Limpo di Sulsel itu, hampir dipastikan bakal kehilangan sembilan kursi ketua DPRD yang berpindah tangan ke kader partai lain. Padahal jika membandingkan pencapaian partai bernomor urut 5 itu di Pemilu 2009, Golkar berhasil menempatkan 23 kadernya dari 24 kabupaten/kota sebagai ketua DPRD. Sehingga, hasil pemilu 2014 cukup mengejutkan bagi elite beringin itu. Apalagi, sejumlah kepala daerah di Sulsel masih berstatus kader Golkar, termasuk gubernur dan wakil gubernur.

Data dari berbagai sumber menyebutkan, sembilan kursi ketua DPRD yang tak lagi milik Golkar, masing-masing Luwu Utara, Toraja Utara, Soppeng, Jeneponto, Pangkep, Bantaeng, Pinrang, Sinjai, Maros. Dari sembilan daerah itu, Gerindra mampu merebut lima kursi berdasar perolehan suara sementara. Daerah tersebut, yakni Luwu Utara, Toraja Utara, Soppeng, serta berpeluang di Jeneponto, dan Pangkep. Empat kursi lainnya dibagi Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Demokrat mendulang kemenangan tingkat kabupaten di Sinjai, dan PKS diunggulkan tampil sebagai jawara di Pinrang dan Bantaeng.

Khusus daerah terakhir, belum sepenuhnya aman, karena masih memungkinkan partai lain menyalip ke peringkat nomor wahid. Sedangkan Maros yang dikendalikan Hatta Rahman, yang tak lain ketua DPD PAN sejak awal sudah mempublish rekap saksi internal di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) bila hasil pemilu tingkat kabupaten berpihak ke partai berlambang matahari terbit tersebut. Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo masih menunggu perhitungan resmi dari KPU sebelum memberikan jawaban terkait anjloknya perolehan suara partainya di sejumlah daerah. “Terlalu dini, karena masih berproses.

Tapi yang jelas Golkar tetap menang di Sulsel. Kalau tidak sesuai target memang tidak ada teori pasti untuk itu. Semua partai juga menargetkan besar,” kilah, Syahrul. Wakil Ketua DPD I Golkar Andi Yagkin Padjalangi justru mengakui, kalau pemilu kali ini menunjukkan adanya penurunan perolehan suara partainya disejumlah daerah bila membandingkan hasil Pemilu 2009. Meski demikian, pihaknya tetap menunggu “keajaiban” hasil penetapan resmi dari KPU untuk memastikan raihan kursi Golkar sebelum melakukan evaluasi internal secara besar-besaran.

“Tunggu saja dulu hasilnya seperti apa, karena memang siapa pemanang kursi terbanyak itu yang memegang kursi ketua DPRD pada daerah tersebut. Saya belum dapat rekap resmi perolehan kursi partai pada setiap kabupaten/kota,” ujar, Yagkin. Legislator DPRD Sulsel ini menambahkan, pihaknya tetap berharap kursi pimpinan dewan yang sebelumnya dikuasai Golkar tetap bisa dipertahankan meski sebagian sudah tipis. Dia menyebut kalau perolehan suara partai tidak bisa dijadikan jaminan lantaran suara terbanyak tidak selalu menjadi pemenang kursi terbanyak.

“Dulu hanya Kabupaten Sinjai yang lepas ketua DPRD. Itu juga Golkar hanya kalah kursi tapi soal suara kita menang disana. Pengalaman di Sinjai begitu, Golkar menang suara terbanyak tapi kalah jumlah kursi,” klaim anggota DPRD Sulsel ini. Catatan KORAN SINDO, kepala daerah di sembilan daerah yang terancam untuk Golkar, enam diantaranya bukan berstatus kader beringin. Masing-masing, Nurdin Abdullah di Bantaeng, Hatta Rahman (Maros), Andi Soetomo (Soppeng), Andi Aslam Patonangi (Pinrang), Iksan Iskandar (Jeneponto), Sabirin Yahya (Sinjai).

Tiga daerah lain, Luwu Utara, Toraja Utara, dan Pangkep, kepala daerah-nya berasal dari Golkar. Ketua DPD Gerindra La Tinro La Tunrung, mengatakan, partainya sudah merampungkan real count. Hasilnya, sebut dia, lima kursi ketua DPRD sudah di posisi aman. Beberapa daerah lain, masih berpeluang, termasuk di Pinrang. “Posisi aman kita dapat lima kursi ketua DPRD. Sementara untuk posisi wakil ketua, itu kita sangat berpeluang dapat di 14 daerah, termasuk salah satunya di tingkat DPRD Sulsel,” tutur mantan Bupati Enrekang dua periode itu.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (MPW PKS) Ariadi Arsal menyebutkan, rekap perhitungan suara yang dilakukannya menunjukkan jika Bantaeng dan Pinrang berhasil dimenangkan. Di Bantaeng, sebut dia, dari tiga dapil, PKS berhasil menempatkan empat kadernya. Sementara di Pinrang, partai berbasis Islam itu mendapatkan jatah lima kursi di parlemen. “Bantaeng dan Pinrang itu sebelumnya dipegang Golkar. Sekarang menjadi milik PKS. Rekap seperti itu, PKS dapat dua kursi ketua dewan di Sulsel,” klaim Ariadi.

Ketua Bappilu DPD Demokrat Syamsu Rizal, masih percaya diri bila partainya bisa menempatkan kadernya di posisi ketua DPRD untuk dua daerah di Sinjai dan Makassar. Alasannya, rekap sementara peluang kea rah itu sangat terbuka. “Data internal kita, Demokrat di Makassar dan Sinjai itu berpeluang unggul dari partai lain. Artinya posisi ketua bisa kita rebut,” papar Ical, yang tak lain wakil wali kota Makassar terpilih.

Rakyat Kecewa

Anjloknya perolehan kursi Golkar sebagai partai penguasa di Sulsel dinilai bagian dari sikap kekecewaan masyarakat terhadap para kader beringin yang selama ini menjadi wakil rakyat, namun gagal memberikan konstribusi riil terhadap konstituennya. Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Sabri AR menguraikan, beberapa factor yang mempengaruhi perolehan kursi Golkar di Sulsel, seperti komunikasi dengan masyarakat, konsolidasi partai dan pemenuhan harapan masyarakat.

Dia menyebut selain kemungkinan adanya kesalahan strategi partai di pemilu, persoalan ketidakpuasan atas aspek pemenuhan harapan masyarakat terhadap Golkar juga tidak bisa diabaikan. “Kemungkinan Golkar sepenuhnya tidak memenuhi apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini. Makanya jangan kaget jika ada pergeseran dukungan seperti ini. Ini bentuk kekecewaan terhadap janji politik mereka terhadap rakyat,” urai, Sabri menanggapi hasil pemilu.

Mantan ketua umum Badko HMI Indonesia Timur itu menambahkan, masalah lainnya yang menjadi penyebab tergerusnya suara Golkar adalah faktor Partai Gerindra yang mampu menjual Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang pro rakyat. Sosok Prabowo menjadi icon sehingga dukungan masyarakat begitu besar. Akibatnya, banyak konstituen Golkar mengalihkan dukungan ke Gerindra. Apalagi, Prabowo juga dikenal pernah berbaju Golkar sebelum mendirikan partai. yusdin rukka/ arif saleh

Read more…

Kategori:Uncategorized

Kursi DPRD Sulsel Bisa Capai Rp2,5 M

 

GambarMAKASSAR – Jika kursi “Senayan” bisa mencapai Rp6 miliar, maka untuk DPRD Sulsel ternyata juta tidak sedikit. Anggaran tiap calon anggota legislatif (caleg) ditaksir Rp2,5 miliar pada Pemilu 2014. Read more…

Kategori:Uncategorized

Parpol Mendompleng Pesona JK

GambarMAKASSAR – Pesona mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK) masih sangat kuat. Terbukti beberapa partai politik dan petinggi parpol meyakini JK masih layak jual untuk diusung pada Pilpres 2014.

Beberapa petinggi parpol di Sulsel yang menyatakan kesiapannya mengusung JK sebagai calon presiden (capres) antara lain PDI Perjuangan, PPP, dan PKB. Bahkan, DPW NasDem Sulsel sudah merekomendasikan nama JK untuk dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Nasdem di Jakarta. Nama JK ini kemungkinan akan bersaing dengan pendiri yang juga Ketua DPP Partai Nasdem Surya Paloh.

Tidak ketinggalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso juga tak memungkiri soal kelayakan JK diusung pada Pilpres 2014. Kiprah tokoh kelahiran Kabupaten Read more…

Kategori:Uncategorized

Mayoritas Incumbent Tidak Aman

GambarMAKASSAR – Jatah 85 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel di Pemilu 2014 mendatang diprediksi bakal didominasi wajah baru.

Pasalnya, dari 48 anggota DPRD Sulsel yang kembali maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) tingkat provinsi, sejauh ini baru 13 yang berada di posisi aman. Selebihnya, masih rawan terpilih kembali. Berdasarkan hasil survei Institute for Social Political Economic Issue (ISPEI) di 11 daerah pemilihan (dapil) di Sulsel, 13 legislator tersebut posisinya masuk di daftar aman peraih jatah kursi.

Mereka adalah, Read more…

Kategori:Uncategorized

Sekilas Tentang Syahrul dan Jokowi (Bagian 3)

Sidak Jokowi dan Syahrul

gambar-foto-lucu-kucing-300x225Inspeksi Mendadak (Sidak) atasan terhadap bawahannya setidaknya menjadi hal yang menakutkan bagi beberapa pejabat. Kita bisa lihat bagaimana tergopoh-gopohnya para pejabat sebuah kelurahan di Jakarta ketika secara “tiba-tiba” Jokowi datang untuk mengecek setiap ruangan dalam kantor kelurahan tersebut.

Tiba-tiba. Iya, secara mendadak. Jokowi datang tanpa terduga, 180 derajat berbeda ketika Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan Sidak terhadap instansi bawahannya.

Siang itu, sebagai seorang wartawan yang bertugas peliputan segala kegiatan gubernur, saya bersama para kuli tinta yang lain ikut bersama rombongan dalam sidak yang akan dilakukan pak Syahrul. Sebelum berangkat, sudah erbayang bagaimana nantinya anggel berita yang akan saya tulis. Tentang para bagaimana pejabat dinas keget melihat atasannya tiba dikantornya, bagaimana suasana kepanikan diwajah-wajah mereka, bagaimana meraka secara gagap menjawab setiap detil pertayaan yang diajukan kepadanya. Read more…

Kategori:Uncategorized

Sekilas Tentang Syahrul dan Jokowi (Bagian 2)

Jokowi Naik Ojek dan Syahrul Naik Pesawat

 

 Jokowi

Jokowi

Konsep kepemimpinan. Mungkin inilah yang menjadi pembeda diantara keduanya. Syahrul yang hampir setiap harinya sibuk dengan dengan rutinitas skejul menerima tamu diruangan kerjanya, berdasarkan arahan protokolernya. Sementara Jokowi dengan rutinitasnya berkeliling dari kampung kumuh yang satu ke kampung-kampung kumuh lainnya. ini sebuah pembedah, mungkin.

Perbedaan pada setiap manusia itu pasti selalu ada. Tindakan atau pun tata cara berbahasa seperti perbedaan dari keduanya yang tuliskan sebelumnya.

Bagaimana pula kita bisa saksikaan Syahrul ketika keluar berkunjung ke kabupaten/kota dengan menggunakan helikopter yang bukan miliknya. Setahu saya beberapa helikopter yang terdapat dihalaman kantor gubernur Sulsel adalah kendaraan udara titipan dari pengusaha yang bisa dipakai gubernur seccara cuma-cuma. Disatu sisi media cetak maupun elektronik berlomba memberitakan bagaimana Jokowi berkeliling dengan menggunakan ojek. Perbedaan? mungkin.

Apakah kepemimpinan yang berbeda ini memebawa susuatu di masyarakat yang dipimpin? Read more…

Kategori:Uncategorized

Sekilas Tentang Syahrul dan Jokowi (Bagian 1)

Mesjid Roboh dan Mesjid Terbesar

Belakangan ini hampir setiap hari saya bertatap muka dengan gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Maklum, saya seorang wartawan pada salah satu media cetak di Makassar yang kebetulan ditugaskan berposting dikantor gubernur Sulsel.

gubernur SUlsel

Gubernur Sulsel

Perlu pula saya sampaikan kalau gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau yang biasa dipanggil Jokowi adalah sosok pemimpin kepala daerah yang saya kagumi. Apa yang dilakukannya selama hampir setahun ini memimpin Jakarta membuat saya menjadikan dan memberinya label sebagai salah satu pemimpin terbaik yang dimiliki Indonesia.

Saya sering membandingkan sosok dari kedua kepala daerah ini. Jokowi dengan keluguannya, Syahrul dengan sikap santainya. Jokowi yang sering mengeluarkan kata “yaa begini” dan Syahrul dengan kata khasnya “Lokomotif” atau “Centre point”nya.

Saya tidak pernah bertemu langsung Jokowi tapi apa yang diperlihatkannya membuatku terkagum-kagum. Bukan berarti kesungguhan bekerja yang pernah diperlihatkan Syahrul membuat saya mengabaikannya. Jokowi untuk Jakarta dan tetap Syahrul untuk Sulsel.

Terkait dengan kata khas Syahrul (“Lokomotif” dan “Centre point) yang merupakan gubernur dua periode ini, sering kali menjadi penghibur buat saya dan kawan-kawan sesama wartawan saya. Pidato atau sambutannya hampir dihafalkan seratus persen oelh kawan-kawan saya tadi. Maklum saja, setiap pidatonya tidak pernah dia lupa menyampaikan prestasi yang diraih daerah yang dipimpinnya. Soal peningkatan perekonomian rakyat selama dirinya memimpin, soal prestasi WTP Sulsel dan beberapa hal pencitraan lainnya.

Hal ini saya lihat cukup mencolok, Jokowi tak pernah mengungkit keberhasilan tanpa ditanya. Sekali lagi, saya tak ingin memberikaan angka penilaiaan dari sosok keduanya. Read more…

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.321 pengikut lainnya.