Dasar Binatang…!!!

Manusia atau Monyet

Manusia atau Monyet

Pada akhirnya kita akan sadar siapa itu ‘Binatang’. Ayo memaki dan kemudian meludahinya.

Mereka itu saling serang demi label raja atau pimpinan. Iya, demi sebuah label penguasa yang bisa memerintah puluhan hingga ratusan ribu jiwa. Demi gelar tertinggi para kawanan antara kelompok monyet akan saling menjatuhkan dan berbisik menceritakkan kejelekan satu sama lain.

Diantara kawanan ini terkadang lupa wilayah kekuasaannya dulu saat menjadi raja, masih banyak yang belum memiliki persediaan buah sebagai makanan pokok setiap hari. Pun terkadang lupa tangannya masih berlumuran darah monyet yang pernah dibunuhnya.

Binatang ini akan saling tipu demi urusan kepentingan kelompok. Memasang badan atau membuat diri layaknya teraniaya. Iya, itulah binatang.

Jangan heran!. Mereka bahkan terkadang berkelahi berebut makanan untuk perutnya, keluarganya atau kelompoknya sendiri. Mereka mungkin lupa, persedian makanan berlebih untuk keluarganya membuat ada monyet lain mati kelaparan. Mereka itu tak peduli.

Monyet ini juga bisa saling bunuh demi sejengkal tanah kekuasaan atau urusan idiologi tentang pencipta hutan. Alasan keutuhan, cinta tanah air (hutan) atau alasan idiologi tadi membuatnya tidak segan-segan membunuh sesama monyet.

Dasar monyet sialan.

Mungkin monyet punya kepercayaan tentang surga sehingga tega membunuh anak dan istri monyet lain. Padahal dia sendiri punya keluarga. Mereka sama-sama monyet.

Ini baru soal makan dan kekuasaan, lain lagi pada persoalan seks sang monyet.

Monyet jantan memelas ke Betina untuk bisa melepas dahaga rasa haus kelaminnya…

Si Betina berlari dan memanjat hingga ke pucuk pohon, kemudian menyerahkan kelaminnya kepada si jantan untuk disetubuhi. Jual mahal tapi butuh demi sebuah gengsi. Dasar monyet munafik.

Dalam kelompok monyet ini terkadang berlaku aturan yang membolehkan sang jantan bisa menjamah beberapa kelamin monyet betina. Aturan yang egois memang di kehidupan monyet.

Sang betina tentu tidak tinggal diam, saat jantannya pergi berburu terkadang mereka keluar untuk berpesta seks dengan monyet jantan lain yang lebih muda.

*

Dalam urusan membunuh, monyet sebenarnya memiliki pilihan lain untuk tidak melakukannya. Akan tetapi mereka akan tetap saling serang demi sejengkal tanah diperbatasan teritorial antara wilayah mereka.

‘Belum ada memang sejarah yang mampu menyatukan mereka dengan alasan sesama monyet’.

Dalam persolan makanan, sebenarnya monyet bisa berbagi tapi tidak dilakukannya. Monyet layaknya anjing yang bisa saling gigit demi sepotong tulang.

Dalam urusan seks monyet itu terkadang munafik. Mereka tampil berwibawa dalam kesehariannya tapi memelas layaknya binatang minta kelaminnya dijamah saat pergi ditempat pelacuran monyet, malam hari.

Monyet Alim akan tetap tampil alim. Padahal dia setiap malamnya menyetubuhi monyet betina yang berbeda-beda.

**

Berhentilan katakan itu pantas karena mereka ‘monyet biasa’. Itu akan memunculkan anggapan kalau ada ‘monyet luar biasa’. Padahal kelakuan mereka semua sama, semuanya sama saja.

Mereka akan tetap saling bunuh demi kekuasaan, berkelahi agar bisa makan dan seks untuk kesenangannya.

Makassar, 20 Agustus 2014

Kategori:Uncategorized

4 Tahun lalu : Anarkis Karbitan (01)

Semua akan beruGambarbah; media social.

Membuka kembali status facebook yang pernah saya tulis empat tahun lalu. Geli atau mungkin lebih tepatnya malu membaca apa yang pernah saya tulis sendiri.

Namun pastinya tidak akan saya hapus. Setidaknya bisa menjadi refleksi pribadi, mengetahui perbedaan cara berfikir sekarang dengan empat tahun lalu. perbedaan memandang setiap sisi kehidupan dari waktu ke waktu. Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized

MENGGUGAT SEJARAH DEMONSTRASI AKBAR POLITANI

// Benarkah Bentuk Idealisme Harus dengan Demostrasi? //

GambarHINGGA saat ini persolan demostrasi kerap kali menjadi topik hangat dalam beberapa diskusi formal maupun hanya diskusi non formal diwarung kopi. Tulisan ini tidak akan menyimpulkan benar dan salahnya demonstrasi mahasiswa ataupun ataupun organisasi masyarakat yang kerap kali terjadi.

Demokrasi yang memberikan kebebasan berpendatat menjadikan sebagain golongan masih tetap menganggap domonstrasi sebagai hal penting dalam upaya menyampaikan aspirasi. Namun sebagian golongan lainnya juga atas nama demokrasi menentang demonstrasi dengan alasan adanya cara lain penyampaiaan aspirasi tidak harus dengan cara show force atau unjuk kekuatan. Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized

Terjebak Isu Mayoritas dan Minoritas

imagesggggKata penindasan kaum mayoritas oleh kaum minoritas sering kali terdengar dalam beberapa aksi buruh maupun mahasiswa. Setidaknya kalimat itu tedengar setiap peringatan may day  (1 Mei) sebagai puncak peringatan hari buruh.

Dari kalangan aktivis aliran kiripun sering mengumandangkan kalimat tersebut dalam setiap aksinya. Aktivis mahaiswa aliran ini menyebut kalau buruh sebagai kaum mayoritas selama ini ditindas oleh kaum kapitalisme (minoritas). Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized

Fatamorgana Cinta

kepergian diriku itu bukan keinginanku (ST 12)

SUASANA Gambarriuh kota malam hari mengiring perjalan kita pada suatu tempat yang kujanjikan. Laju sepeda motor senggaja kuperlambat untuk bisa semakin lama dekat denganmu.

 ‘Jemput jam 9 yah kak‘ katamu.

 Itulah pertemuan kedua kita setelah pertemuan pertama kita saling bertukaran nomer telefon. Janjimu menemuiku di kota ini engkau tepati.

 Aku masih ingin melihat tawa lepas dan senyum manis dibibirmu. Itulah alasan kenapa meluangkan waktu menemuimu. Perbincangan kita menunjukkan seolah kita sudah lama saling kenal. Ingin rasanya kehentikan detak jarum jam agar kubisa lebih lama menatapmu, iya hanya manatapmu.

 *

 Kamu biarkan tanganmu saya genggam memasuki tempat perbelanjaan. Kamu hanya diam saat tanganku mulai menyentuh jemarimu, kemudian menggenggamnya.

 Aku ingin lebih lama bersamamu. Menyatukan genggaman kita, membuatnya semakin erat. Semakin erat agar tidak ada orang yang memisahkannya. Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized

Gadis ‘Dalam Sebuah Mimpi’ (2)

images‘Tidak butuh alasan untuk terus merindukanmu’

Senyum tipismu mampu menenangkan. Senyum yang disertai leguhan dari bibirmu.

Kamu duduk tepat disebelahku bercerita panjang tentang kisahmu. Cerita tentang bagaimana kamu bersama kekasihmu melewati malam, menyeguhkan padanya tetes darah perawanmu saat itu. Aku hanya mendengar sambil sesekali merangkai senyum untuk membuatmu semakin semangat bercerita. Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized

Gadis ‘Dalam Sebuah Mimpi’ (1)

PERTEMUAN malam itu cukup, cukup bisa membuat kita saling kenal dan kemudian lengket. Telefon genggam milikku yang kusodorkan padamu bisa buat kamu cukup mengerti. Mengerti keinginanku bertatap muka denganmu bukan hanya malam itu.

Int -- Rindu Tak Butuh Alasan

Rindu Tak Butuh Alasan

Sepekan berlalu, masa penuh arti telah tiba. Engkau mulai masuk dalam kehidupanku, mulai melonggarkan apa yang selama ini terjalin erat. Dentingan panggilan telefonmu yang pertama itu menyenengkan.

Kamu sadar rasa itu tetap miliknya, tak akan pernah kamu miliki. Meski saya paham kamu menginginkannya. Kamu juga tahu, saya pria liar yang tak mungkin bisa kamu miliki secara utuh. Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized Tag:, ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.321 pengikut lainnya.